Fanfic : Maum Appa (Hurts)

Title : Maum Appa (Heart Hurts)
Author : Milovesme
Rating : General
Length : Drabble
Cast : SuperJunior-Kyuhyun
Genre :  Angst, AU
Language : Indonesia
Disclaimer : Kyu belongs to God. Apapun yang terjadi padanya di sini hanyalah imajinasi penulis semata.
Enjoy!

Ku pegang dada kiriku yang semakin lama semakin menjadi-jadi saja sakitnya. 
Sungguh, aku sudah terbiasa menghadapi penyakit keturunan ini. Bahkan aku sudah berhasil menahan diri 
untuk tidak mengeluh barang sekata pun apabila sakitnya datang tiba-tiba ketika berada bersama banyak orang. 
Tapi sekarang... sakit bukan main parahnya. Jikalau kemarin ketika jantung ini rasanya hanya seperti dipukul-pukul 
seorang petinju profesional, sekarang berbeda... seperti ditusuk-tusuk... dan benar-benar hingga ke dalam hingga 
aku benar-benar tidak kuat menahannya.
Ukh... erangku. Kurapatkan badanku ke dinding koridor sekolah. Sekilas, kulihat tatapan teman-temanku melihatku 
heran, emm terkejut mungkin... haha, wajar saja... seorang Kyu yang biasanya terlihat begitu kuat, suka merampas 
apa yang dia inginkan tanpa menerima perlawanan sedikitpun dari siapapun, sekarang terlihat begitu lemah... 
menjijikkan. Dan tentunya, tidak perlu ditolong. Aku tahu apa yang mereka pikirkan, karena setelah terkejut 
atau heran mungkin melihat keadaanku, mereka terus berjalan melewatiku...
Sial. haha. MEMALUKAN!

Tubuhku semakin merosot dan kini kutekan dada kiriku tanpa sedikitpun berharap akan ada perubahan. Aku tidak 
terbiasa memohon untuk apapun yang kumau karena aku selalu mendapatkannya dengan mudah dengan cara apapun. Tapi 
kali ini...aku benar-benar memohon... Tolong, berhentilah menusuk-nusuk...Sia-sia, aku tau. tapi hanya itu yang bisa
aku mohonkan untuk menghilangkan rasa sakit ini...
akhhh, jeritku dalam hati dengan mulut terbuka tanpa suara. tidak bisa kubayangkan bagaimana wajahku sekarang. 
Begitu menyedihkan, tentunya, dengan keringat bercucuran dan raut muka yang tertekuk kesakitan, yang sama sekali 
tidak menggugah satu orang pun yang lewat untuk menolong...
Aku sudah tidak kuat lagi.
Kulepaskan dada kiriku dari cengkraman tangan kananku, sadari  apa yang kulakukan sedari tadi hanyalah sesuatu 
yang sia-sia. Kubiarkan tanganku itu terkulai di sisi tubuhku. Tusukan demi tusukan terasa semakin menghujam jantungku. 
Aku benar-benar tidak kuat... aku mohon berhenti...
Lelah menahan dan merasa sakit, perlahan-lahan mataku turun, mencoba menutup kedua bola mataku. tak ada daya melawan,
aku mengikut saja... Pelan tapi pasti, kesadaranku  meninggalkanku...

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s